Kamis, 26 November 2015

Dompet Hilang

Bagaimana jadinya jika anda pergi ke warung makan dan pesan dan makan sepuasnya kemudian saat membayar anda tidak bawa uang sama sekali. Selama ini kejadian mencemaskan dan memalukan itu tidak hanya terjadi sekali atau dua kali padaku, tapi sudah sering kali.
Di rumah makan pernah,  di pom bensin juga pernah.

Peristiwa lupa atau kehilangan sesuatu seperti ini seperti penyakit kambuhan. Sungguh tidak enak sekali suka lupa meletakkan barang itu. Pekerjaan jadi tak beres karena terganggu, perasaan cemas, belum lagi kalau orang orang sekitar ngomel ngomel dan bilang pikun lah, bilang kebiasaan lah seolah olah mereka lebih tersiksa daripada kita sendiri.

Yah.. Kalau boleh protes aku akan bilang pada mereka semua kalau tindakan itu lebih menyakiti dari kehilangan itu. Malah nambah nambahi pikiran begitu lah singkatnya. Tapi tetap saja aku tidak bisa sampaikan protes itu karena yang pasti itu karena mereka perhatian dan ingin kita mengubah gaya hidup tak disiplin itu.

Ada beberapa orang sahabat yang
Kasih saran yang hampir sama. Intinya adalah harus terus meletakkan satu barang itu di tempat yang sama. Konsisten dengan pola. Ia contohkan ia meletakkan dompet selalu di saku celana kanan dan arahnyapun sama. Jadi umpama ada yang mengambil dompet itu pastilah ia tahu karena perubahan itu.

Nasehat nasehat dari teman teman itu mungkin benar adanya dan tentu baik, jadi tidak ada salahnya dicoba. Tapi bagiku tetap menyakitkan. Membuat tersinggung. He he, sungguh keangkuhan yang tidak termanfaatkan.

Penting banget untuk mengubah kebiasaan yang tidak baik meskipun agaknya sulit untuk dilakukan. Karena kebiasan yang tidak baik itu menyusahkan, membuat masalah baru atau membuat masalah yang sudah ada menjadi rumit. Dengan begitu kita bisa lebih fokus pada hal yang kita kembangkan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar